Halaman

Minggu, 04 Desember 2011

Interaksi Sosial

Pengertian interaksi sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam masyarakat. Interaksi ini bersifat dinamis, karena masyarakat sendiri selalu dinamis.
Dalam kenyataan sehari-hari terdapat tiga macam interaksi sosial yang umumnya terjadi dalam masyarakat, yaitu antara lain :
1. Interaksi antara individu dengan individu
Individu yang satu memberikan stimulus atau rangsangan kepada individu lainnya, dan individu yang terkena stimulus tersebut akan memberikan respon atau tanggapan. Tanggapan atau respon tersebut bisa berupa berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap atau bisa saja bertengkar.
2. Interaksi antara individu dengan kelompok
Secara konkret bentuk interaksi sosial antar individu dengan kelompok bisa dilihat dari
contoh: seorang calon anggota legislatif yang berkampanye di depan para pendukungnya. Bentuk interaksi seperti ini juga menunjukkan bahwa kepentingan seseorang individu berhadapan dengan kepentingan kelompok.
3. Interaksi antara kelompok dengan kelompok
Bentuk interaksi seperti ini menunjukkan bahwa kepentingan individu dalam kelompok merupakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain. Contohnya, sebuah tim basket yang bermain basket dengan tim lain, walaupun setiap pemain memainkan perannya masing-masing, pada dasarnya mereka bermain untuk kepentingan tim nya.

Ciri-ciri interaksi sosial
Beberapa ciri interaksi sosial yang dapat dikenali adalah:
1) Jumlah pelakunya lebih dari satu orang,
2) Terjadinya komunikasi di antara pelakunya melalui kontak sosial
3) Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
4) Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu.

Faktor-faktor pendorong interaksi sosial
Setiap interaksi sosial akan melibatkan beberapa komponen seperti adanya stimulus atau rangsangan yang mendorog seseorang untuk memberikan respon. Respon merupakan tanggapan yang muncul karena adanya stimulan yang aktif maupun stimulan yag pasif.
Secara psikologis, seseorang melakukan interaksi sosial dengan orang lain didasari oleh adanya dorongan-dorongan yang brsifat psikologis-sosiologis, yaitu antara lain:
1) Imitasi
Imitasi dalah suatu tindakan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. Hal ini disebabkan oleh adanya minat dan perhatian terhadap objek atau subjek yang akan ditiru serta adanya sikap menghargai dan mengagumi pihak lain yang dianggap cocok. Imitasi pertama kali akan terjadi dalam sosialisasi keluarga, misalnya anak sering meniru kebiasaan orang tuanya seperti cara berbicara dan berpakaian.
2) Sugesti
Sugesti adalah rangsangan pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi sugesti tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang disugestikannya itu tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional. Wujud sugesti bisa berbagai bentuk sikap atau tindakan, seperti sikap perilaku, pendapat, saran, pertanyaan. Reklame dan iklan yang dimuat di media mssa atau media elektronik, juga merupakan salah satu bentuk sugesti namun bersifat massal. Contohnya, obat yang harganya mahal yang merupakan produk impor dianggap pasti manjur menyembuhkan penyakit. Anggapan tersebut merupakan sugesti yang muncul akibat harga obat yang mahal dan embel-embel produk luar negeri. Pada umumnya orang yag mudah tersugesti adalah orang atau kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi lemah, tertekan atau frustasi.
3) Simpati
Simpati merupakan sikap ketertarikan seseorang terhadap orang lain, sikap ini muncul karena adanya kesesuaian nilai yang dianut oleh kedua belah pihak, seperti pola pikir, kebijakan, atau penampilannya. Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang / kelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat-saat khusus. Atau lebih singkatnya, kita terbawa suasana atau perasaan orang lain pada saat-saat tertentu. Misalnya pada peristiwa bencana merapi kemarin kita ikut merasakan penderitaan korban merapi
4) Identifikasi
Identifikasi erat kaitannya dengan imitasi. Identifikasi merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan orang yang ditirunya, baik darisegi gaya hidup maupun perilakunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi pada peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaan yang sangat dalam. Sebagai contoh, seorang pengagum berat artis terkenal, ia sering mengidentifikasi dirinya menjadi artis idolanya dengan meniru model rambut, mode pakaian atau gaya perilakunya dan menganggap dirinya sama dengan artis tersebut.
Interaksi sosial yang sangat akrab dan terpola melalui jaringan komunikasi yang harmonis juga banyak memungkinkan terjadinya proses identifikasi. Seorang anak laki-laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya kerap mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar